Selamatlah Anda telah tersasar di dunia mayaku ini.
Tiada mengapa mumpung terlanjur nyasar, sekalian kenalan saja dengan daku yang gaptek teknologi ini. Syukur-syukur mau bantu saya dengan saran agar orang gaptek didunia ini berkurang satu.
Kutulis web ini untuk sekedar nanya dan cerita kegundahan hati terhadap bangsa ini. Yang hari demi hari makin terpuruk dan tersudutkan dalam pojok kekelaman. Moral, Etika, sopan santun, kemiskinan, pengangguran, dan banyak keresahan yang mengharu-biru dalam nurani.
Bila sempat bantu kami kurangi beban dihati meski hanya sekedar mendengar cerita kami. Bila Anda berkenan, beri kami cahaya harapan yang memberikan pencerahan lahir bathin agar bisa membantu hidup bangsa ini untuk lebih bermartabat,berkelimpahan harta dan semakin sehat.
Tiada mengapa, sayapun mulai suka nyasar, dan kehilangan arah. Biarlah Anda tahu sampai mana saya “nyasar” dan tiada terasa kaki inipun melangkah diarah yang berbeda.
(Ini adalah cerita di senjakala)
Perjalanan Anak Manusia yang bernama Ojrat Mugiyono bin Pardjan. Yang saat ini kehilangan orientasi pada pekerjaan mulia yang digelutinya selama 20 tahunan, dan mengembangkan profesi sebagai pedagang “enterpreuner” pulsa. Entah kegilaan apa yang mengharubiru dalam benaknya sehingga kebiasaan “perlente” ditinggalkannya. Berubah. Sepatu bersemir licin-mengkilap-hitam, kemeja necis sudah ditinggalkanya. Kini lebih santai dengan sendal, topi, kemeja lengan pendek ataupun kaos oblong. Mungkin ini yang disebut “New Style” buatnya. Tapi entah kenapa terasa lebih fun, tidak terpenjara dengan seragam “baja” baju safari maupun PDH (pakaian dinas harian) yang serasa mencengkeram jiwa. Namun sungguh diluar dugaan obsesi yang membahana di jiwanya, “AKU HANYA INGIN MENJADI GURU KARENA DEDIKASI, BUKAN BEKERJA DEMI SESUAP NASI”. inilah yang menginspirasi dirinya sehingga kala senja datang menjelang waktu dan pikiranya tercurah pada bagaimana menjadi enterpreuner sukses yang memiliki penghasilan melebihi semua kebutuhan sehingga banyak waktu untuk mengabdi melalui mengajar dan mendidik umat tanpa terbebani dengan pertanyaan esok atau lusa mau makan apa. Ya pasti bisa pertanyaan itu berubah menjadi besok mau makan dimana? Dan ketika kesempatan itu tiba, kala kebutuhan hidup sudah tidak lagi menjadi tanda tanya maka mengajar dan mendidik akan menjadi sebuah kesenangan. Kemudian kesenangan itu akan membias kepada anak didiknya sehingga kelak harapan pendidikan akan menjadi nyata.
Insya Allah.
Assalamu’alaikum,
Mas, salam kenal dari seorang guru di Cianjur.
Pernah jadi guru, mas ?.
Kapan-kapan mampir ke Cianjur.
Wassalam
bukan pernah pak, Masih……..
Wah senang sekali bisa bertemu dengan Pak Guru. Ngajarnya di mana, Pak ?
Salam buat keluarga.