KORBAN MODE-KAH?

Posted: Agustus 2, 2010 in Kesehatan, Pembelajaran, PENDIDIKAN

Softlens
ini cerita ketika saya membeli bakso dipinggir jalan raya ciledug-pondok aren. Ketika itu istriku memesan bakso bakwan khas malang jawa timur, maka demi cintaku padanya aku mampir di warung bakso langganan kami. bukan masalah bakso yang mengganjal perasaanku tetapi bersamaan denganku ada seorang gadis remaja yang juga sedang menunggu bakso pesanannya.
Gadis dengan perawakan agak kecil dengan tinggi kurang dari 150 cm disebelahku inilah yang mencuri perhatianku. Bukan karena kecantikannya atau warna kulitnya yang menarik. secara umum penampilanya, postur tubuhnya, atau

baju yang dikenakanya tidak ada yang luar biasa. Yang menjadi pemikiranku adalah gadis ini memakai “softlens”. Luar biasa, pikirku. Softlens ini sebagai alat bantu penglihatan ataukan sekedar untuk tampil bergaya ….seperti artis-artis atau model biar kelihatan seperti keturunan “indo”. Dugaanku adalah yang kedua, yaitu sekedar untuk bergaya agar tampil lebih “keren” dan menarik perhatian. Memakai aksesoris untuk memacak diri agar lebih terlihat cantik tentu baik. tetapi dari pakaian yang dikenakan, sendal jepit, celana dan kaos yang kusam, rambut yang sudah seharusnya

dikeramas, kulit lengannya yang menandakan kurang minum dan serat, menurut saya ada yang salah dengan softlens yang dikenakannya. Softlens yang menurut perkiraanku minimal berharga Rp.150.000 tentu bukan hal yang “urgent” bila alasanya adalah mode. Barangkali lebih penting membeli pakaian baru atau memenuhi gizi bahkan mengganti

sendalnya agar tidak seperti sedang kekamar mandi. Lantas timbulah prasangka negatifku korban modekah dia?
Rupanya memakai softlens sudah menjadi mode karena di waktu yang berbeda aku menjumpai beberapa gadis sedang mencoba softlens ditoko kacamata di lantai 2 CBD Ciledug. Bahkan ada satu anak sekolah yang menyembunyikan mukanya dari pandangan perhatian saya karena dia memakai softlens. Korban mode juga rupanya??? semoga tidak demikian melainkan karena kebutuhan sebagai alat bantu penglihatanya.

Komentar
  1. Sugeng mengatakan:

    Kalau menilik dari kaos kumal dan sandal yang hanya pas untuk ke kamar mandi, aku yakin dia hanya menjadi korban mode. Sayang hanya untuk bergaya yang gak perlu sampai membuang uang orang tuanya :sad:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s