Pasar MAling dan SMA NEGERI 1 PURWODADI

Posted: Januari 9, 2010 in Kabar Baik, PENDIDIKAN

Gak ada hubunganya sih, antara dua hal pada judul diatas. Ini hanya sekedar cerita lama yang saya ingat sewaktu masih sekolah di SMA tersebut. Entah kenapa begitu melihat temen di facebook yang kebetulan satu alumni kok jadi teringat cerita ini. Entah kelas berapa waktu itu, tapi yang pasti saya sekolah di SMA Negeri 1 Purwodadi, sepertinya sudah kelas 2(dua) IPA. Mungkin karena ada rasa bosan sekolah atau penasaraan dengan sesuatu yang agak aneh saya ada niatan untuk mem”BOLOS”.
PASAR MALING, inilah yang saya maksud sesuatu yang agak aneh, sebuah pasar dengan komunitas khas yang disebut “PASAR MALING”. Sepertinya yang aku tahu sebetulnya pasar ini bagian dari los-los pasar Johar Semarang. Katanya ini adalah pasar khusus sebagai tempat tadahan barang-barang curian, ini mungkin alasan yang memberikan gelar pasar “MALING”. Yang pasti banyak sekali barang-barang eks(baca: second hand). Ketika masih SMA, saya penasaran mendengar cerita pasar ini. cerita pasar ini memang seru dengan bumbu kriminal dan aksi tipu-tipunya. Maksudnya kalau kita masuk kepasar ini kemungkinan besar akan menjadi korban aksi penipuan ataupun pemerasan oleh preman disana. Entah benar atau tidak, tetapi cerita “mistis” ini membuatku penasaran.

Untuk mengobati rasa penasaran ini saya ajak temen sekolah sengaja mbolos lalu pergi kepasar maling ini. Anehnya ajakan membolos ini langsung disambut dengan sukacita(namanya anak sekolahan). Setelah membuat kesepakatan tanggal dan hari baik maka kamipun berangkat berdua ke Semarang dengan naik kereta api. Jalur pemberangkatan Simpang LIma – Stasiun Ngrombo – Semarang – Stasiun Tawang – Pasar Johar.

Di Pasar Maling, dengan aksi yang dibuat-buat PD(percaya diri) kami berdua berkeliling pasar untuk melihat-lihat. Targetnya adalah mau beli blue jeans yang warna hitam (loh…!). Namun anehnya kenapa tuh pedagang kok tahu ya kalau kami bukan orang sekitar pasar, tapi datang dari pedalaman (baca kapungan). Bener, tuh pedagang ada saja yang iseng bertanya “soko endi dik omahe?”. Bikin kami jadi grogi. Kalau dijawab dari Purwodadi, kok jauh amat dan takut dikerjain, akhirnya aku jawab dari Mrangen. Huupz…mrangen? sebelum banyak pertanyaan yang gak bisa saya jawab, maka kamipun ngeloyor pergi. Perasaan tegang sekali sepanjang lorong pasar, akhirnya aku memilih keluar pasar dan membeli blue jeans hitam di sebuah toko.

Inilah calana lepis pertama yang saya punya “Levi’s Straus”, entah bangga atau lucu memiliki celana baru ini. Yang pasti kok berkesan sampai sekarang.
Dihari berikutnya, hari yang sama sewaktu membolos, saya di panggil kedepan oleh Pak Guru Agama (saya lupa namanya) di interogasi, dimarahi (maksudnya dinasehati) sampai disuruh membuat cerita kronologis dan alasan kenapa saya membolos. Tapi gilanya kok saya gak malu ya….(genmdheng juga ya) malahan saya bukan menulis kronologis tetapi semacam pidato tentang hak asasi manusia. “Mbolos kok dilarang…?” begitu kira-kira temanya. Aneh juga ya….saya kenapa ya?

Mohon maaf kepada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu GURU di SMA Negeri 1 Purwodadi. 1985-1988. SEHAT DAN SUKSES SELALU.

Komentar
  1. Jupri mengatakan:

    Nostalgia yg indah sekaligus memalukan Pak, he…he. Slamat dan sukses selalu buat alumni SMUNSA Purgan !! Bravo.

    http://www.jupri.co.tv

  2. arekdesa mengatakan:

    mantep Pak…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s