JUTAWAN kok….. Susah…….?

Suatu ketika Oemar Bakri pulang kantor sehabis menerima gaji bulanan, berbinar mata dan riang hatinya menyusuri jalan menuju gang dirumah kontrakkanya. Dalam hati kecilnya berkata, tercapai juga aku menjadi orang kantoran, berpakaian rapi, sepatu megkilap, berdasi dengan irama rutinitas kerja yang jelas. Ketika melongok slip gaji dia merasa seperti berpijak di awan karena gembiranya. “Jutawan” ya  Oemar Bakri adalah jutawan. Gaji yang diterima kini mencapai 2,5 juta per bulan, ya kini telah menjadi jutawan. Ini adalah gaji yang sama yang diterima oleh pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia setelah bekerja 20 tahun dengan golongan IV/a dengan pangkat pembina.

guru

Tapi betapa terkejutnya Oemar Bakri karena 3 hari setelah gajian istrinya meminta uang belanja dan ongkos sekolah anaknya. Mulanya ia mau marah tetapi setelah dijelaskan oleh istrinya dia jadi bengong penuh keheranan.
1. Kontrak rumah Rp. 400.000,-
2. Belanja bulanan Rp. 800.000,-
3. Bayar listrik Rp. 200.000,-
4. Bayar SPP dan sekolah anaknya 3 orang Rp. 450.000,-
5. Pegangan Oemar Bakri untuk ongkos kekantor satu bulan Rp. 500.000,-
6. Belanja sayur harian dan ongkos sekolah anak 3 hari Rp. 150.000,-
Total pengeluaran 3 hari sehabis gajian 2.500.000,-

Oemar Bakri yang telah menjadi jutawan bingung keheranan, esok pagi dan pagi-pagi berikutnya bagaimana. Iapun bertanya dalam hati” bagaimana guru-guru pns bisa hidup layak?” apalagi orang yang penghasilanya tidak jelas?
Tapi apalah artinya keluhan. Yang pasti adalah “masih ada harapan dipagi menjelang”.

PENDIDIKAN ANAK-kemana kupercayakan

Memandang Jalanan dan Pendidikan Anak Bangsa 2007.
–mas.ojrat—22-11-2007

Seorang ayah berjalan beriringan dengan anaknya yang masih lugu. Senyum merekah dibibir kedua insan ini dengan cerita hati yang berbeda tetapi satu harapan. Dihati sang ayah berharap anaknya harus lebih baik dari dirinya, berakhlak dan budi yang mulia dan berilmu tinggi sehingga memiliki masa depan yang cerah. Terngiang kalimat-kalimat penuh harap pada buah hatinya ” besok ayah akan mengantar kamu mendaftar sekolah agar ketika besar nanti kamu bisa seperti pak SBY yang gagah atau pak Habibi yang hightech, nanti kamu akan diajar oleh guru-guru yang baik budi dan berilmu tinggi, belajar yang rajin”.

Anak yang polos dalam ketulusan budinya berharap memperoleh suasana baru yang mengantarkan diri ke masa depan yang mulia akhlak dan tinggi martabatnya.

Harapan yang wajar….
Tidak, ternyata harapan itu terlalu besar untuk bisa diperoleh dari sebuah lembaga yang namanya sekolah. Sekolah bukan tumpuan pembinaan dan pembelajaran anak-anak.  Orang tua tidak seharusnya menyerahkan sepenuhnya pembinaan anak-anak mereka kepada para guru disekolah. Bimbingan guru hanya lebih kurang 6 jam, dari jam 7 pagi hingga 13 siang.

Kepada siapa anak-anak belajar sepulang sekolah?
Kepada counter koran yang dilewatinya melalui gambar yang terlihat di outlet, artis dengan baju sepotongnya, anak band dengan tampang nyentriknya, kriminalitas dari koran yang terbaca olehnya, atau dari teriakan sumpah serapah sopir angkot diterminal, dari bebasnya anak jalanan, dari pengamen diperempatan lampu merah. Dari gemerlapnya sinetron yang meninabobokkan, pestapora live di TV sepanjang hari. Dan masih banyak lagi yang dipelajari anak secara tidak langsung dari masyarakat luar sekolah.

Jadi jangan berharap terlalu banyak kepada guru-guru di sekolah. Kesempatan belajar disekolah hanya ¼ dari seluruh waktu selama sehari semalam (24 jam) dan selebihnya anak belajar dimasyarakatnya dan di keluarganya.

Jadi kepada siapa orang tua berharap? ¼ nya kepada para pendidik disekolah. ¾ nya ya kepada orang tua itu sendiri dan masyarakat. Loh kok gitu. Ya iya lah..! Orang tua seharusnya memberikan basic pendidikan yang baik untuk anak-anaknya dengan contoh dalam keseharianya.

Dan selebihnya kepada masyarakat sekitar kita berada. Bagaimana caranya? Loh bukankah masyarakat adalah sekumpulan orang yang terorganisasi dengan pemerintah dan negara sebagai wadahnya. Jadi kepada pemerintah kita bertumpu. Maksudnya? Bila kita berkeinginan anak-anak berpakaian sopan, buat aturan tentang larangan pronografi. Kendalikan tayangngan televisi, dominankan yang bersifat mendidik. Dan masih banyak aturan dan konsekuensi yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengendalikan rakyat dan bangsanya. Biayai pendidikan dengan besar-besaran agar 20 tahun kedepan ada perubahan terhadap kebaikan bangsa ini. Kok pemerintah yang jadi tumpuan? Ya memang kan pemerintah dibentuk dan dipilih untuk memerintah rakyat menjadi baik dan sejahtera. Tinggal perintah kan ? perintahkan aparat untuk disiplin dan jangan korupsi! Bila melanggar ya tangkap dan pecat lalu penjarakan. Perintahkan berpakaian sopan dimuka umum, bila melanggar ya tangkap dan penjarakan. Apalagi yang foto bugil meskipun dengan alasan seni, ya tangkap dan penjarakan. Gampang khan.

Ya memang tidak mudah mendidik anak, tapi jangan lelah. Yok … bersama-sama dan ajak-ajak saya mengurangi kemerosotan moral dan etika melalui pendidikan.

Selamat Anda Nyasaaar Disini.

Selamatlah Anda telah tersasar di dunia mayaku ini.

Tiada mengapa mumpung terlanjur nyasar, sekalian kenalan saja dengan daku yang gaptek teknologi ini.  Syukur-syukur mau bantu saya dengan saran agar orang gaptek didunia ini berkurang satu.

Nih Obsesiku yang mengharu biru dalam kehidupanku belakangan ini.

Semoga Anda Sukses,!
Sukses..!? Belum, ya saya belum sukses. Kalimat itu baru berupa do’a yang dipanjatkan oleh teman-teman, sahabat, atau siapapun yang kenal dan pernah bertemu saya. Ya..benar, yang kucapai dan miliki kini belum seperti yang kuimpikan.
Akan sukses. Nah itu kalimat yang saat init cocok dengan keadaanku sekarang Yah, itu pasti karena aku adalah makhluk pilihan Tuhan. Yang telah dipilih dari jutaan sel sperma, oleh karenannya aku adalah makhluk yang sempurna.

Web ini adalah jawaban Tuhan untuk sukses saya. Karena dengan berkujung diweb ini teman-teman kenal dengan saya, bersahabat dan biarkan saya memberikan pencerahan buat Anda, untuk berkelimpahan kesejahteraan dan sehat.

Semakin banyak saya membantu teman-teman untuk sukses maka saya juga akan semakin sejahtera dan semakin berkelimpahan.
Terimakasih. Ya terimakasih Anda telah mengantar dan membimbing saya menuju sukses. Atas budi baik saudara-saudara maka saya siap melayani Anda. Saya akan melayani bila Anda membutuhkan bantuan untuk menjaga kesehatan dengan therapy dan obat-obatan yang alami berupa herbal atau madu.
Benar, saya akan membantu Anda menjaga kesahatan secara Alami, Ilmiah dan Ilahiyah.
Inilah awal kisah sukses kita. Yang akan menjawab cerita kegundahan hati terhadap bangsa ini. Yang hari demi hari makin terpuruk dan tersudutkan dalam pojok kekelaman. Moral, etika, sopan santun, kemiskinan, pengangguran, dan banyak keresahan yang mengharu-biru dalam nurani.
Baik, biarkan kugandeng tanganmu dan mari melangkah bersama menuju jalan kesuksesan.
Terimakasih